Persembahan Cinta untuk Awanku

Al Bukhori meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, Ibnu ‘Abbas bertanya kepadaku “Apakah engkau sudah menikah?.”. Aku menjawab, “Belum.” Dia mengatakan, “menikahlah karena sebak-baik umat ini adalah yang paling banyak istrinya.”

‘Abdulloh bin Mas’ud berkata, “Seandainya aku tahu bahwa ajalku tinggal 10 hari lagi, niscaya aku ingin pada malam-malam yang tersisa tersebut seorang isteri tidak berpisah dariku.”

Imam Ahmad ditanya, ‘Apakah seseorang diberi pahala bila mendatangi isterinya? Sedangkan dia tidak memiliki syahwat?’ Ia menjawab, “Ya, demi Alloh karena ia menginginkan anak. Jika tidak menginginkan anak, maka ia mengatakan ’ini adalah wanita muda’. ”Jadi mengapa ia tidak diberi pahala?”.

Maisaroh berkata, ”Thowus berkata padaku”: ”Engkau benar-benar menikah atau aku mengatakan kepadamu seperti yang dikatakan ’Umar kepada Abu Zawaid: ”Tidak ada yang menghalangimu untuk menikah kecuali kelemahan dan banyak dosa.”

Wahb bin Munabih Rahimahulloh berkata, ”Bujangan itu seperti pohon di tanah gersang yang diombang-ambingkan angin, demikian dan demikian.

cut-out-for-love-cookie-cutters_2131_r

Sebuah pesawat berbicara kepada awan yang telah dilintasinya, ”Wahai awan yang sholihah, maukah engkau bersamaku mengelilingi alam semesta Robbul ’alamin?. Berikanlah tanda jika engkau bersedia bersamaku. Bersama dien yang haq ini. Aku ingin membangun keluarga di langit ini dengan contoh Nabi kita Muhammad Sholallahu ’alaihi Wasallam. Sebagai penunaian dari separuh agama Alloh Subhanahu Wata’ala dan sebagai penjagaan diriku dari kubangan maksiat yang menjerumuskan. Dengan kesederhanaan aku meminangmu. Mengajak pergi melintasi alam ini. Semoga Alloh memberikanmu balasan kebaikan atasmu yang menerima kesederhanaanku ini.”

Persembahan Cinta untuk Ksatria Langitku

“Ruh itu bagaikan sekompi pasukan
Jika ia saling mengenal maka akan saling mencintai,Jika ia saling mengingkari maka akan saling berselisih” (Shohih Bukhori).

Malam itu, ditemani rintik hujan dan semilir angin yang menggoyangkan tangkai-tangkai angsana yang berbaris gagah dihalaman rumahku…ruh-ruh kita saling mengenal, menyapa. Laksana dua jiwa yang telah lama berpisah dan memendam rindu lalu dipertemukan kembali dengan izin-Nya. Meski jasad kita begitu asing. Ah, Malaikat yang menyertai tiap tetes air hujan pun mungkin saja menjadi saksi atas dua anak Adam yang membuat janji untuk bertemu karena-Nya.

cut-out-for-love-cookie-cutters_2131_r


Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana:
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya debu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Sajak Sapardi Djoko Damono dengan judul ”Aku Ingin”).

So, i love you without complexities. Without knowing how or when. I love you because of Alloh and I hope my dedication on will bring me to see the face of Alloh…

Ksatria Langitku, kututup persembahan cintaku dengan sebuah sajak dari Sapardi Djoko Damono. Tidak, bukan berarti persembahan cintaku hanya sampai disini. Sejak ikatan janji suci yang kau ucapkan hingga kelak maut memisahkan, persembahan cintaku tak kan pernah usai…


Dalam doaku subuh ini
Kau menjelma langit yang semalaman tak memejamkan mata
Yang meluas bening siap menerima cahaya pertama
Yang melengkung bening karena akan menerima suara-suara
Aku mencintaimu,
Itu sebabnya aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatanmu…
(Sajak Sapardi Djoko Damono dengan judul ”Dalam Doaku)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.